The First man on Jupiter
Exaggerating is an art!

Payakumbuh 2nd bite (part 4–end)

December 8th 2010 in travel

Untuk nge-close seri perpakumbuhan gw, gw mau cerita satu warisan kota Payakumbuh. Liat deh foto di bawah ini:

Ini adalah sebuah tugu di kota Payakumbuh yang namanya TUGU RATAPAN IBU.

Ceritanya gini. Dulu,..pas jaman penjajahan Belanda,…ada beberapa pemuda dikumpulin di tempat ini and ditembak satu2. Doooh,… Nah, para ibu berkumpul buat meratapi nasib anak2 mereka. Ada satu ibu yang hebat banget berani nentang para kumpeni2 itu. Bapak-bapak ibu-ibu,..si Ibu itu diseret bareng pemuda2 sama itu kumpeni buat dibunuh. Oh, no,… (ambil tisuuu!)

Tapiiiiii,…nasib berkata lain, bapak-bapak, ibu-ibu,… si Ibu yang heroci banget ini kepleset and jatuh duluan sebelum kena peluru si Belande. Dan disitulah dibangun TUGU RATAPAN IBU. Kalo lo close up gambarnya, ngenes juga sih,..bikin sedih. Anw, ini ada tulisan2 di bawah tugu itu:

Di kanan kiri itu tulisan keterangan soal tugu ini and peresmian oleh orang penting di Payaumbuhnya.

Doooh, this visit is very nice to me. I like it. Disana tu ya,…tenaaaaaang. Bisa untuk emotional healing. Hehehehehe. Oia, ini ada foto terakhir yang mau gw post. Adegannya adalah, gw sama para training participants disana lagi mejeng di lantai 2 gedung tenat kita training yang lagi dibangun :)

Ini pose natural mereka :).

 

Payakumbuh,…  I’ll be back!!!




required



required - won't be displayed


Your Comment:

*

OK,…setelah di interrupted sama postingan WILL POULTERnya Narnia, balik yuk ke Payakumbuh. Ini beberapa foto yang gw janjiin ke elo2 semua (sok banyak yang baca ya blog ini. LOL).

Ini adalah salah sau pose sexy seporsi Sate Mak Sukur. Nyum nyum…

Jadi begitu lo masuk ke restoran itu, jangan harap disapa ya. G bakal ada tuh yang […]

Previous Entry

In a cold moonlit night,
a strange lady came to me.
She was very bright.
Her eyes starred at me.
 
Hopeless as I could be.
She was pointing at me.
One wish she offered.
One mind was jumbled.
 
Choices were laid down.
The connections were bound.
She ordered a start.
I was only a man who was smart.
 
I questioned sincerity.
She nodded right at me.
A papyrus as […]

Next Entry