The First man on Jupiter
Exaggerating is an art!

Karma

August 24th 2010 in DARK JOURNALS--the series

“This is a true story.” Kataku untuk menyemangati diriku sendiri.
Sore itu aku mengunjungi seorang teman di bilangan Jakarta Selatan. Kebetulan rumahnya sedang ramai. Ada tiga saudara jauhnya sedang berkumpul disana. Salah satu dari ketiga itulah sumber dari ceritaku kali ini.
Namanya Nanda. Dia adalah laki-laki tiga puluhan yang sudah beristri dan beranak dua. Dari awal aku bertemu dengannya, aku sudah merasakan ada sesuatu yang aneh. Aku belum tahu apa itu. Hanya saja aku mencium bau “masalah” di dirinya.
“Uda berhasil?” Tanya temanku ke Nanda.
Nanda menggeleng dan lalu meremas-remas kepalanya karena pusing.
“Pasrah aja, deh. BIngung juga gua. Gak tau mau kemana lagi. Ni yang terakhir uda tiga hari lebih sama hari ini gua nggak bisa tidur.”
“Kenapa, mas?” Tanyaku mencoba untuk masuk ke dalam percakapan mereka.
“Nggak bisa tidur, mas.”
“Pikiran?”
“Yaaa…dibilang pikiran juga nggak juga , mas. Paling ya pikiran gara-gara nggak bisa tidur.”
“Insomnia?”
“Ha?”
“Itu, penyakit nggak bisa tidur itu namanya Insomnia.” Jelas temanku.
“Mungkin ya. Nggak tau nih, Mas. Tiba-tiba aja ini nggak bisa tidur sebulan ini.”
“Udah kemana aj, Mas?”
“Udah ke tiga dokter. Dikasi obat macem-macem tapi cuman bisa tidur semalem. Begitu bangun, langsung “on” dan melek terus sampe pagi. Paginya juga tahan aja nggak bisa tidur sampe malemnya. Pusing kepala saya, Mas.”
“Uda pernah minum coklat sebelum tidur?” Tanyaku mengacu pada pengalamanku.
“Bisa ya?”
“Bisa, Da.” Sahut temanku. “Cobain beli coklat di pasar tuh.”
“OK, deh, nanti. Tapi kayaknya lebih parah dari yang bisa disembuhin coklat, nih.”

Percakapan itu berlanjut dari satu saran sampai saran berikutnya: pakai penutup mata ketika mau tidur, makan sampe banyak (bukan saranku), mencoba untuk renang supaya badan rileks dan puas tidur (saranku). Semuanya tampak mustahil di mata Nanda.

Berminggu-minggu setelah itu, aku bertemu temanku tadi dan percakapan kami berlanjut tentang Nanda.
“Dia ke paranormal.”
“Sampe segitunya?”
“Yup.”
“Hasilnya?”
“Si paranormal menyebut-nyebut sesuatu tentang mertuanya.”
“Santet?”
“Gua juga pikir gitu. Tapi bukan.”
“Maksudnya?”
“Si paranormal cuma bilang ke dia untuk ngomong ke mertuanya.”
“Misterius. Diguna-guna?”
“Nggak juga. Tau nggak kalo dia pernah ngomong ke kita-kita kalau dia pernah nidurin 125 wanita sebelum dia married.”
“Mmm…”
“Pas ketemu istrinya, si cewek tu ngebet banget sama Nanda. Mertuanya yang nggak.”
“Mertua mana yang “iya” ke masalah kayak gitu?”
“Exactly! Kayak cerita jaman dulu aja nih. Si istrinya hamil di luar nikah waktu itu. Marahlah si mertua. Walaupun tujuan istrinya waktu itu biar direstui, tapi tetep aja tujuan itu gagal. Sampai mereka berdua dipisahin jauh banget ke kota lain.”
“Niat ya.”
“Iya. Anaknya sampe dipaksa digugurin.”
Kami berdua terdiam. Kalimat terakhir itu membuatku berpikir panjang tentang kasih ibu yang katanya sepanjang masa.
“Si paranormal bilang it’s the baby. Nanda sendiri nggak tau masalah itu sampai dia maksa mertuanya untuk bicara. Sampe bawa golok segala katanya. Tetep aja mereka diem.”
“Terus, gimana bisa tahu itu anaknya? Siapa yang ngomong?”
“Istrinya.”
Aku menangguk-anggukkan kepala.
“Si paranormal bilang kalau arwah anaknya uda ngikutin dia terus dari sejak dibunuh dikandungan.”
Apabila aku melihat cerita seperti ini di TV atau di film bioskop, tentunya aku tidak akan terperangaruh banyak. Masalahnya adalah bahwa hal ini terjadi ke seorang yang aku kenal.
“Karma.” Kata temanku pendek yang seolah harus menyimpulkan cerita ini.
Sisa percakapan kami adalah seputar kemampuan dan alamat paranormal yang didatangi Nanda waktu itu. Dan setelah tiga cangkir kopi hangat dan dua kotak rokok kami habis, kami beranjak pulang. Saat itu masih ada satu pertanyaan yang menggangguku:
“Oia, Nanda nggak tanya kenapa semua ini kejadiannya sekarang?”
“Kata dia sih dia uda ngerasa nggak sehat sejak married sama istrinya. Lama kelamaan tambah parah dan…bulan ini ulang taun ketiga bayi itu.”

-So, what did you do in the past?-
J


2 comments to...
“Karma”
Avatar
notxa

apa mungkin arwah si jabang bayi bisa gt y? rada aneh iya… so,om je,what did u do? menubruk bayi kodok? menginjak kuburan semut?


Avatar
thef1rstmanonjupiter

Iya,..tapi itu bener2 true story. Serem gw. Secara ngejawab pertanyaan elo,…gw pernah mengabuse durian jadi sikat gigi. Sian tuh durian. Dosa ya,..gw,.. .




required



required - won't be displayed


Your Comment:

*

This is the year of 3950A. All of you come from the previous time would wonder why now we have the letter in a year. Simply put, the world is inside a mirror after 2012. We need to identify which one is real and which one is not. And feelings are one of many things […]

Previous Entry

Departemen gw lagi ada project ngedesain training buat dilakuin di cabang-cabang kantor gw di Indonesia, nih. Nah, bagi-bagi tugas dong ya. And dapetlah gw satu tugas dimana gw harus ngetik2 paragraph dari sebuah artikel tentang sejarah rock music.

Namanya juga sejarah. Itu berarti harus mulai dari awal banget kan, ya? “Iya….” Jawab gw sendiri. Dan mulailah […]

Next Entry