The First man on Jupiter
Exaggerating is an art!

Duiit duiit duiit

February 3rd 2014 in my days

Nah,..

Selamat datang di postingan ini. Pertama2, silakan kategorikan anda berdasarkan alasan kenapa anda nge-click postingan ini:

a. Pembaca mata duitan

Anda tipe yg akan mengklik kata “duit” atau yang berhubungan dengan kata itu, misalnya “uit”, dit” dut”. Nah, mari baca sampe capek ati anda.

b. Pembaca nyasar

Nah, karena anda nyasar, mari terus baca. Drpd nyasar doang gak guna kan ya????

 

Dah, lanjot. Jadi gini,..kerja di sebuah perusahaan Intl itu enak2 sepet2 gimanaaa gitu ya. Salah satunya adalah masalah duit. Oh gw gak mau bilang gaji gw berapa *kecuali waktu itu gw keceplosan… . Tapi yang mau gw critain adalah sistem pengajuan claim. Asli, jauuuuuhhhh di sono noo (nunjuk ati), gw impressed bangeeet ama sistem claim di perusahaan yang tidak mau disebutkan namanya itu. Kereeeen sistemnya. Hebat. (Lagi nunggu “tapi” ya?) Gak ada tapinya.

Gueee, yang demen dapet duit tp kurang teliti ngurusin, harus bener2 berusaha disipliiin. Nah, buat yang tau gue bener2,… “gue” dan “disiplin” itu hampir tidak pernah ada dalam satu kalimat. Kecuali ada kata yg bersifat negasi seperti “tidak”, “nggak”, “nooo nooo”, “belum”, atu pake bahasa tubuh “gelengan kepala”, “kedua tangan dipet di dada and leher kebuang jauh”, jari telunjuk geleng2″, atooo pake ekspresi keterkejutan, seperti “Apaaaahhh?” , “Haaaaaaaa(h)?”, Waaaaaaaaaaaaat?” dan sejenisnya.

Jadi ya,.. ni gw baru aj email2an ama adminnya disono no (nunjuk peta singapore) soal kesalahan gw menginterpretasikan tagih… udah,..udah,… kata “menginterpretasikan” aj uda nunjukin gw salah banget lah ya. Naah begitulah. Alhasil, kalo misalnya suatu saat anda lagi jalan2 dan di depan emmmmoool ada yg ngemis, siapa tau itu saya. Cek dl poto saya ya. Ahem,…




required



required - won't be displayed


Your Comment:

*

Something happened to me. Something… Well, I really want to say “bad”. But then again, that word–as the case with many adjectives–is so subjective. And I really wish I can write down the everything in detail to lift this burden I have. But I can’t. So, I will just use an illustrated situation that goes […]

Previous Entry

“Hari-hari terus saja tidak memperhatikan aku. Sombong sekali. Orang-orang kesana kemari mengurus tahlil. Tiba-tiba saja tingkat religius di rumah ini meningkat. Apa harus menunggu ada yang meninggal dulu? Telepon berbunyi terus-terusan. Yang telepon rumah lah, hape lah. Walaupun isak tangis yang tiba-tiba muncul ketika mengabari saudara jauh soal kematian mama sering kali muncul, kesan kehilangan […]

Next Entry