The First man on Jupiter
Exaggerating is an art!

Tiga Malaikat Kecil

May 1st 2012 in a short story

Ada tiga boneka di lukisan itu. Dan tentu saja itu menjelaskan kenapa judulnya adalah tiga boneka. Boneka pertama adalah seekor bajing. Warnanya bulunya hitam. Matanya dibuat licik. Dua lingkaran di dalamnya sangat gelap dan menatap tajam. Hidungnya kecil dan digambarkan basah dengan cat hitam yang sedikit bercampur dengan abu-abu. Seolah-olah si bajing mengendus-endus yang melihatnya. Mulutnya terbagi tiga. Dua bagian di bawah dan satu bagian di atas. Bajing itu sedang menoleh. Jadi kita hanya bisa melihat telinga kirinya yang kecil mungil. Kita juga bisa melihat badannya yang tertutup bulu hitam dan terpisah oleh abu-abu di tengahnya dengan sempurna. Belum lagi bulunya yang melengkung dan ujungnya berdiri tegap seperti bunga yang sedang mekar dan memamerkan keindahannya. Merak pun kalah.

Boneka kedua adalah boneka kelinci. Dia sedang berdiri di kedua kakinya di sebelah sang bajing. Kaki-kakinya berbulu. Kuku-kukunya nampak tegap menekan dasar lukisan. Dan tangannya….namun tangannya hanya satu. Tangan kiri itu sedang menekuk ke bawah. Jika kita melihatnya sedikit lebih lama, tampak sekali tangannya sedikit tinggi untuk ukuran kelinci yang sedang berdiri. Jadi kesannya tangan yang hanya satu itu sedang menopang lehernya yang juga tertutup bulu. Kelinci itu gemuk. Sungguh serasa diciptakan untuk dipeluk ketika hujan. Dan posenya yang seperti sedang meminta diberi makan oleh yang melihat itu membuat gemas semua orang yang melihatnya.

Boneka ketiga yang sedang tidur di sebelah kelinci adalah boneka kucing. Malas sekali kucing itu. Badannya sangat gemuk. Bahkan yang paling gemuk dari ketiganya. Dia bukan kucing persia karena hidungnya sedikit mancung. Bulunya yang sangat sangat sangat tebal berwarna kuning campur putih sedikit disana sini. Beberapa orang yang menontonnya membikin sebuah lelucon kalau seandainya kucing itu sedang mandi, dia akan kelihatan kurus karena sebenarnya bulu-bulunyalah yang membuatnya terlihat berukuran super.

Lelucon itu membuat si pelukis tertawa keras. Dia kebetulan sedang berdiri di dekat lukisannya yang sedang dikerumuni para pengunjung galeri sore itu. Salah satu dari kerumunan itu adalah Mel. Dia adalah kritikus seni di negara yang kurang memperhatikan nilai sebuah karya seni.

Di pikirannya sedang bercampur beberapa pujian dan kritik yang akan dia tulis untuk review majalah seni di Jakarta. Dan ketika dia sedang sibuk, si pelukis berdiri di dekatnya dan tersenyum. Mel dan Rama segera terlibat percakapan ramah yang ringan dan menyenangkan.

“Dan pastinya ada kan pertanyaan soal darimana inspirasi lukisan ini?” Tanya Rama ke Mel.

“Iiiyyyyyaaaa.” Jawab Mel yang membuat keduanya tertawa.

Rama menoleh kebelakang dan melihat ke dekat meja makanan.

Dengan tangan melambai Rama berkata: “Girls. Sini. Ada yang mau papa kenalin.”

Seorang gadis kecil delapan tahunan yang tampak lucu karena sedikit gemuk berjalan malu-malu mendekati mereka berdua. Di belakangnya ada dua gadis yang juga mirip menuju ke arah yang sama. Satunya didorong di kursi roda oleh yang lain.

Ini Mitta.

Yang disebut namanya menjabat tangan Mel dengan tangan kirinya.

Ini Riska. Dari kursi rodanya dia mengulurkan tangan putihnya.

Dan ini Maria. Maria pun melakukan yang sama.

Apapun yang ada di perasaan Mel jelas tidak dapat dia sembunyikan dengan baik. Dia tampak gugup ketika menyebut namanya.

Mel menatap satu-satu anak gadis itu dan mencoba menyebut nama mereka lagi dari kiri ke kanan.

Mitta. Riska. Dan yang ini siapa namanya? Tante Mel lupa. Mel menatap gadis kecil yang berdiri di sebelah paling kiri  yang hanya menatapnya dengan senyum. Mel pun tetap memandanginya dan mengulangi pertanyaannya:

“Ini siapa namanya?”

Lalu Rama mendekati sebelah kanan gadis itu dan menyibakkan rambutnya yang menutupi telinga kanannya.

“Tante Mel tanya siapa namanya.”

Suara gadis kecil itu menyanyat hati Mel.

“Maria.”

 


One comment to...
“Tiga Malaikat Kecil”
Avatar
sona

Kucingnya Anggora dong..gemukk dan berbulu dan suka tidur…




required



required - won't be displayed


Your Comment:

*

Before I sleep, I usually pray for two things:
A peace of mind
A peace of heart

That’s it..

Previous Entry

IMAX,..IMAX,.. akhirnyaaa!!!

Setelah waktu itu sempat bete karena pas mau ntn di gandaria tp ada perubahan jadwal gara2 theater IMAX lagi mau dibangun, akhirnya bete itu ilang. IMAX nya uda buka. Di situs 21 sih katanya resminya 4 May. Tp tgl 2 and 3 uda ada openingnya gitu. Ga komplen sih. Cuma bingung aj kok Kristina,..si […]

Next Entry