The First man on Jupiter
Exaggerating is an art!

Semalam di Rumah Sakit (part 5)

August 12th 2011 in a short story

 

For the previous part,…click here.

Jimmy mengumpulkan tenaga yang ada untuk membangunkan dirinya sendiri. Dia menopang tubuhnya dengan dua tangannya. Lalu keseimbangannya datang dan dia mulai melepas sandaran tangannya. Mulai bergeserlah dia ke ujung ranjangnya. Kakinya masih menggantung belum menyentuh dinginnya lantai UGD rumah sakit. Dan begitu hal itu kejadian, langsunglah Jimmy menarik kakinya. Namun tekadnya untuk mengambil iPhonenya membuatnya pelan-pelan beradaptasi dengan suhuh di lantai. Dia hanya berepikir bahwa dingin itu tidak akan membunuhnya. Lagipula kaki kan punya bagian kulit yang paling tebal di tubuh manusia.

Dan terjunlah dia ke pengalaman mengambil apa yang menjadi miliknya. Kakinya sekarang sudah di lantai. Dicobanya mencari alas untuk melawan dingin. Dan dia dapatkan.

“OK,…” Gumamnya menenangkan diri sendiri.

Jimmy mulai bergerak sedikit mendeekati ranjang Siska. Tangan kanannya mulai berusaha menyentuh gorden yang menutupi sebagian tubuh Siska. Matanya sedikit berpindah ke pintu kamarnya untuk memastikan suster-suster itu tidak datang degan tiba-tiba masuk ke dalam dan mendapati…tangan kanannya didigit oleh Siska!

Secara reflek Jimmy berteriak dan menarik keras tangannya di tengah-tengah lehernya yang merinding melihat mata besar Siska yang menatapnya kejam. Dia setengah lari keluar ketika dia terjatuh sempoyongan. Yang membuatnya bergidik paling hebat adalah ketika Siska tersenyum dengan satu gigi yang tidak ada di tempatnya.


3 comments to...
“Semalam di Rumah Sakit (part 5)”
Avatar
daff

gigi yang tidak pada tempatnya?
di gelas berisi air ya maksudnya? LOL


Avatar
Je Agam

Ini bukan pengalaman pribadi elo, Daff… Salah karakter ya? LOL.


[…] Read the previous part… […]




required



required - won't be displayed


Your Comment:

*

 

Click here for the previous part…

 

Jimmy mendarat di pantatnya dengan teriakan yang lumayan keras. Dan suara itulah yang membuat dua orang berbaju putih segera masuk dari pintu kamar ruangannya dan tampak terkejut.

“Ada apa lagi?” Bukan hanya kata-katanya yang tidak ramah, namun tampang suster yang tadi juga datang membantunya memberi kesan seperti itu juga.

“Siska bangun…Siska bangun.”

Suster […]

Previous Entry

Read the previous part…

Tangan kanan Siska menunjuk ke ujung kaki Jimmy. Mata Jimmy berusaha mengikuti arah telunjuk Siska dan berakhir ke satu gigi tepat di ujung kakinya. Jimmy menarik diri dan segera mundur ke arah pintu. Dan disaat itulah dia menubruk dua suster berbaju putih. Nyawanya yang tadi sedikit luntur keluar dari kulit arinya tetap […]

Next Entry