The First man on Jupiter
Exaggerating is an art!

Semalam di Rumah Sakit (Part 2)

August 5th 2011 in a short story

Click here for part 1

 

Tapi sayang hanya sebatas itulah yang Jimmy bisa lihat karena jangkauan matanya terhenti di gorden yang menyembunyikan wajah si gadis. Paling tidak dia tahu kalau dia tidak sendiri dan dia bukanlah yang lebih parah dari si gadis. Walaupun dia tidak tahu apa yang salah dengan gadis itu sampai dia ada disana.

Kepalanya dia istirahatkan sebentar di posisi tengah karena tampaknya hanya dimiringkan sedikit saja kepalanya sudah membuat Jimmy sempoyongan dan tersengal-sengal. Dia ingat si suster sempat mengatakan sesuatu tentang keracunan makanan. Apakah gara-gara pizza yang dia makan tadi siang? Sampai sekarang Jimmy masih tidak tahu dengan jelas.

Jimmy berusaha sekali lagi memiringkan kepalanya ke sebelah kanan dan mengarahankan pandangannya ke bawah. Harusnya tas ranselnya ada disana. Dan dia cuma harus membuka resleting depan untuk meraih handphonenya. Untuk menjaga keseimbangan tangan kanannya mencoba meraih ujung lemari kayu kecil yang memisahkannya dengan gadis tadi. Jari-jarinya sekarang menari mencoba meraih resleting dan dia…berhasil! Ditariknya pelan logam itu-bukan karena dia tidak mau membuka kantong depannya dengan cepat, namun tangannya belum cukup kuat. Perlahan-lahan dia berhasil melihat ujung handphonenya. Dia berhenti menarik resleting dan sekarang berusaha untuk menarik handphonenya. Dia merasa sangat beruntung membeli casing iPhone logam dengan salah satu bagian sampingnya menjorok keluar. Itu yang dia incar. Dan dia berhasil. Namun dia tidak mau terburu-buru dan gagal. Sedikit-sedikit ditariknya iPhonenya itu dengan logam bagian belakang menghadap keluar. Dan sekarang dia bisa melihat utuh bagian logam belakang iPhonenya. Kilau lampu memantul disana dan juga bayangan seorang gadis berdiri memiringkan kepalanya dekat sekali dengan kepala Jimmy!

 

(to be continued)


One comment to...
“Semalam di Rumah Sakit (Part 2)”

[…] Click here for part 2 […]




required



required - won't be displayed


Your Comment:

*

Jimmy sedang berada di dalam taksi. Pikiranya sudah tidak ada ditempat dimana dia duduk. Semuanya sudah menguap menjadi keringat yang mengucur deras di tubuhnya yang terbalut sweater merah tebal. Mungkinkah keringat itu menetes di tas ransel yang dia pangku?

“Wah, saya salah jalan ni.”

“Muter aj deh, Pak. Yang penting cepet. Saya sudah nggak tahan.”

Jimmy benar-benar tidak […]

Previous Entry

Click here for part 1

Click here for part 2

Dia berteriak dan menjatuhkan iPhonenya.

Dan sekejap ada tangan yang meraih pergelangan tangannya dengan kencang.

“Aduh, jatuh deh. Kenapa nggak minta tolong?”

Suara itu dari suster berbaju putih yang buru-buru menolong Jimmy.

“Tadi..tadi…” Apapun yang Jimmy katakan tidak dipedulikan suster itu. Dia hanya membantu Jimmy kemabli ke tempat tidur dan merapikan […]

Next Entry