The First man on Jupiter
Exaggerating is an art!

Tidak Terima–Part 2

April 26th 2011 in a short story

Aku menatap sekelilingku. Ada duapuluh orang melingkariku dan ada tiga lapis lingkaran. Bagus! Dan aku mengharapkan untuk bisa keluar dari lingkaran ini? Tidak! Aku tidak bermaksud barang sebentarpun untuk keluar dari lingkaran ini. Aku berada di tempat yang seharusnya. Ini adalah tempat yang sangat tepat untuk menghancurkan lingkaran-lingkaran setan ini…dari dalam!

Bibirnya sudahbersih dari air. Sekarang yang ada adalah kemerah mudaan yang tersenyum dalam raut muka yang sedih.

Lalu jari kanannya turun ke alisku.

“Kamu tahu kan kalau aku sangat suka alis ini?”

Dan bertahun-tahun aku membeci alisku yang terlalu tebal menambah keburukan rupaku dan dia menyukainya? Dia menyukainya? Dia menyukainya?

Aku hanya mengangguk dalam tanya dan syukur. Pengagumku ada di depanku. Seribu pengagumnya ada di depannya.

Dia menyapu mataku dan membuatnya tertutup. Terlihatlah satu torehan luka yang berujung di daun telinga kiriku. Ditelusurinya luka itu. Perih. Namun aku merasa diperhatikan. Dalam gelap mata aku bisa mendengar desisan simpatinya. Aku tahu itu.

“Maaf. Luka ini karena kesalahanku.”

Aku ingat di dalam lingkaran itu aku melempar perisaku ke atas yang benar-benar bisa mengacaukan lingkaran pertama di sekelilingku. Mereka semua menatap ke atas bersiap-siap akan kejutan tidak menyenangkan dariku. Namun kejutan itu aku daratkan ke kedua pasang lutut setiap prajurit di hadapanku. Dan ketika mereka menganggap perisaiku tidak ada apa-apanya, mereka terduduk lumpuh dengan bertopang lutut yang luka. Dan mereka digantikan oleh para prajurit di lapisan kedua.

Aku menggelengkan kepala sementara aku merasakan air mataku sendiri menetes pelan.

“Bukan salahmu. Bukan salahmu.”

Dan jari kanannya memainkan daun telingaku yang membuatku bergidik geli. Dan dia tertawa kecil. Apapun boleh kau lakukan untuk semua kesalahanku, Kalamita.

 

Perlahan-lahan dengan kemarahan mereka yang membara karena kecuranganku, prajurit di lapisan pertama mundur dengan susah payah. Bahkan ada yang diseret prajurit lain. Dan ada suara sangat keras yang membuatku mengumpulkan tenaga sekuatku untuk bertahan

“SERAAAAAAAAAAAAANG!!!”

(to be continued)


2 comments to...
“Tidak Terima–Part 2”
Avatar
Bung Iwan

jadi apa yang akan terjadi selanjutnyaaa???


Avatar
thef1rstmanonjupiter

ini niiih,..tu baru diupload lg.




required



required - won't be displayed


Your Comment:

*

Aku berdiri tepat di tengah lingkaran musuh. Mereka semua mengacungkan pedang ke diriku yang terlindung kain putih berbercak merah darah sehingga orang bisa mengatakan hal yang sebaliknya. Aku berusaha keras untuk berpikir tentang apa yang harus aku lakukan selanjutnya. Aku sudah melawan mereka untuk seberapa lama waktu namun di pikiranku hanya ada satu bayangan:
Wajahku berhadap-hadapan […]

Previous Entry

Dan aku memandang ke atas melihat perisaiku yang sudah ditarik bumi. Ketika para prajurit itu berlari kearahku, aku meloncat tinggi meraih perisaiku tepat di genggaman. Dan ketika kakiku menyentuh tanah, jari tangan kananku menyentuh satu kunci di perisauku yang membuatnya megeluarkan batang-batang besi tajam yang langsung tenggelam di beberapa mata dan kepala prajurit yang dekat […]

Next Entry